Catatan: contoh ilustratif
Studi kasus ini adalah ilustrasi berdasarkan pola penerapan umum pengguna AI untuk katalog, bukan klaim hasil klien spesifik. Angka dan timeline digambarkan untuk memberi gambaran proses — hasil aktual tiap bisnis berbeda tergantung produk dan eksekusi.
Situasi awal
Sebuah brand fashion muslim dengan 200 SKU: foto produk tidak konsisten (sebagian foto supplier, sebagian foto HP), banyak produk belum tayang karena menunggu sesi foto, dan admin kewalahan membuat deskripsi satu per satu. Katalog terlihat seperti tiga toko berbeda.
Minggu 1: standardisasi visual
Langkahnya: (1) pilih 1 template background untuk semua SKU, (2) generate ulang foto produk dengan AI mengikuti template, (3) review cepat — hanya foto yang produknya berubah yang diulang. Target realistis: 30–40 SKU per hari oleh 1 orang.
Minggu 2: deskripsi + tayang massal
Deskripsi dibuat dengan template prompt yang sama untuk semua SKU (bahan, ukuran, cara perawatan, 3 keunggulan), lalu diunggah bertahap per 25 SKU per hari agar algoritma marketplace membaca toko sebagai "aktif". Caption media sosial dibuat dari deskripsi yang sama.
Pelajaran yang bisa ditiru
Standarisasi dulu, volume kemudian. Template visual + template teks yang diputuskan di hari pertama menghemat ratusan keputusan kecil. Dan jangan kejar sempurna — katalog tayang 90% bagus minggu ini jauh lebih menghasilkan daripada katalog 100% sempurna yang tayang bulan depan. Mulai dari SMB AI Solutions.